oleh

HUT TNI 5 OKTOBER, SIMAK SEJARAH TERBENTUKNYA TNI

HUT KE 75 TNI

serayujatim.com|| Setiap tanggal 5 Oktober, Tentara Nasional Indonesia (TNI) selalu punya gawe. Ya, sebagaimana kita ketahui, tanggal 5 Oktober adalah hari berdirinya TNI yang kita banggakan.

Mungkin sebagian dari kita belum mengetahui bagaimana sejarah terbentuknya pasukan tersebut di Tanah Air, yuk kita ketahui lebih jauh tentang TNI,berikut sejarah terbentuknya TNI di Indonesia.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) dibentuk melalui perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang telah dikumandangkan oleh proklamator kita dari ancaman Belanda yang ingin kembali berkuasa menjajah Indonesia.

TNI pada awalnya merupakan organisasi yang bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR).

Menyerahnya Jepang kepada tentara sekutu menyebabkan kedatangan tentara Inggris ke Indonesia yang dimanfaatkan oleh tentara Belanda untuk kembali ke Indonesia.

Situasi ini menjadi mulai tidak aman. Oleh karena itu pada tanggal 5 Oktober 1945, Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan maklumat pembentukan tentara kebangsaan yang diberi nama Tentara Keamanan Rakyat.

Tentara Keamanan Rakyat Sedang Berparade (dok.id.pinterest.com)
Tentara Keamanan Rakyat Sedang Berparade (dok.id.pinterest.com)

Presiden Soekarno pada tanggal 6 Oktober 1945, mengangkat Suprijadi, seorang tokoh pemberontakan PETA di Blitar untuk menjadi Menteri Keamanan Rakyat dan Pemimpin Tertinggi TKR.

Akan tetapi dia tidak pernah muncul hingga awal bulan November 1945, sehingga TKR saat itu tidak mempunyai pimpinan tertinggi.

Untuk mengatasi hal ini, maka pada tanggal 12 November 1945 diadakan Konferensi TKR di Yogyakarta dipimpin oleh Kepala Staf Umum TKR Letnan Jenderal Oerip Sumohardjo.

Hasil konferensi itu adalah terpilihnya Kolonel Soedirman sebagai Pimpinan Tertinggi TKR. Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 18 Desember 1945 mengangkat resmi Kolonel Soedirman menjadi Panglima Besar TKR, dengan pangkat Jenderal.

baca juga:

Untuk memperluas fungsinya, pada tanggal 7 Januari 1946 pemerintah mengganti nama Tentara Keamanan Rakyat menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Kemudian nama Kementerian Keamanan Rakyat diubah namanya menjadi Kementerian Pertahanan.

Markas Tertinggi TKR mengeluarkan pengumuman bahwa mulai tanggal 8 Januari 1946, nama Tentara Keamanan Rakyat diubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat

Untuk menyempurnakan organisasinya sesuai standar militer internasional, maka pada tanggal 26 Januari 1946 pemerintah mengeluarkan maklumat lagi tentang penggantian nama Tentara Keselamatan Rakyat menjadi Tentara Republik Indonesia.

Pada masa mempertahankan kemerdekaan ini, banyak rakyat Indonesia membentuk laskar-laskar perjuangan sendiri atau badan perjuangan rakyat.

Usaha pemerintah Indonesia untuk menyempurnakan tentara kebangsaan terus berjalan, sambil bertempur dan berjuang untuk menegakkan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa.

Untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat, maka pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden Soekarno mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara resmi.

terbentuknya TNI 5 OKtober
Parade militer 1948 ketika kedatangan Bung Karno di Jogjakarta (dok.pojokmiliter.blogspot.com)

Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS).

Sejalan dengan itu, maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL.

Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Pada tahun 1962, dilakukan upaya penyatuan antara angkatan perang dengan kepolisian negara menjadi sebuah organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Penyatuan satu komando ini dilakukan dengan tujuan untuk mencapai tingkat efektivitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya dan menjauhkan pengaruh dari kelompok politik tertentu.

Pada tahun 1998 terjadi perubahan situasi politik di Indonesia. Perubahan tersebut berpengaruh juga terhadap keberadaan ABRI.

Pada tanggal 1 April 1999 TNI dan Polri secara resmi dipisah menjadi institusi yang berdiri sendiri. Sebutan ABRI sebagai tentara dikembalikan menjadi TNI, sehingga Panglima ABRI menjadi Panglima TNI.(FAK)

 

 

HUT KE 75 TNI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed