oleh

Ephesus Peninggalan Kerajaan Romawi

Ephesus Situs Kuno Bukti Kemegahan Kerajaan Romawi

Ephesus Peninggalan Kerajaan Romawi – Situs Kuno Bukti Kemegahan Kerajaan Romawi

Serayu Jatim.COM – Ephesus adalah kota Yunani kuno, dan kemudian menjadi kota Romawi. Letaknya di pesisir barat Asia kecil dekat seljuk modern atau sekitar 50 Km dari Izmir. Kota ini adalah salah satu dari dua belas kora dari anggota Liga Ionia pada masa kerajaan Yunani Kuno.

Pada masa kerajaan Romawi kota ini menjadi kota kedua terbesar di Romawi setelah kota Roma sendiri dengan jumlah populasi yang saat itu diperkirakan lebih dari 250.000 orang pada awal abad ke I SM. Kota ini dulu juga dikenal karena adanya kuil Artemis dan merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia kuno. Saat itu, kaisar konstantin membangun kembali hampir keseluruhan kota dan mendirikan tempat-tempat fasilitas publik seperti tempat-tempat pemandian umum. Namun saat kaisar Theodosius I berkuasa, berdasarkan maklumat Tesalonika kuil Artemis itu dihancurkan oleh masa dengan dipimpin oleh St. Yohanes Krisostomus.

Situs arkeologi kota tua Ephesus di Turki  ini merupakan objek wisata bagi turis domestik maupun internasional. Hal ini amat berpengaruh pada akses untuk mencapai Ephesus. Kota tua Ephesus sampai saat ini masih digali oleh para arkeolog dari berbagai bangsa. Menurut para ahli sejarah Ephesus didirikan oleh bangsa Attic-Ionian pada abad ke 10 S.M. Setelah itu mengalami berbagai peralihan kekuasaan dan kebudayaan dari Yunani, Romawi hingga akhirnya dikuasai oleh bangsa Turki. Situs arkeologi ini merupakan koleksi terbesar peninggalan kebudayaan Romawi di daerah timur Mediterania.

teater besar ephesus
grand teather Ephesus (Dok.deenamik.com)

Berdasarkan informasi yang digali, dikatakan bahwa kota tua Ephesus ini berkembang dengan sangat pesat dan menjadi kota metropolis di kawasan Asia. Tercatat untuk mengenang ayahnya, Gaiaus Julius Aquila membangun perpustakaan Celcus. Perpustakaan Roman Celsus dan gerbang Augustus yang dibangun bersebelahan memiliki gaya arsitektur Romawi. Sebagaimana kota besar Romawi saat itu, Ephesus juga memiliki tempat hiburan, area teater terbuka yang dapat menampung 44.000 penonton. Selain untuk pertunjukan drama, salah satu teater terbesar pada masanya itu juga pernah digelar aksi gladiator.

Perpustakaan Celcus adalah sebuah perpustakaan yang konon merupakan perpustakaan terbesar ketiga pada masanya. Bangunannya saat ini memang sudah tidak utuh lagi, namun bentuk pilar-pilarnya yang ada di depan masih berdiri kokoh dengan megah. Ornamen patung dewa dewi menghiasi beberapa dinding bagian luar, sementara bagian dalamnya yang merupakan tempat menyimpan koleksi buku-buku hanya tersisa ruang kosong. Perpustakaan ini didedikasikan kepada seorang senator Romawi pada masanya yaitu, Tiberius Julius Celsus Polemaeanus.

Perpustakaan celcus di Ephesus
Perpustakaan celcus di Ephesus(Dok.dewanggaumroh.com)

Bila melihat kemegahan di Grand Theater saat ini, mungkin kita bisa membayangkan bagaimana ramai dan gegap gempitanya masyarakat Romawi saat pertunjukan di Grand Theater dibuka, karena saat ini saja kemegahannya masih begitu kentara. Terletak di punggung sebuah bukit, teater ini berbentuk setengah lingkaran dengan undakan-undakan tempat duduk layaknya stadion dan di bagian tengahnya terdapat sebuah tempat panggung pementasan. Teater ini selain sebagai tempat pertunjukan seni dan pementasan drama juga merupakan balai pertemuan serta adu gladiator dengan binatang khas dinasti Romawi.

House of virgin mary di Ephesus(Dok.kusadasi.biz)
House of virgin mary di Ephesus(Dok.kusadasi.biz)

Selain kedua tempat di atas dan masih di sekitar komplek Ephesus, terdapat juga Temple of Hadrian, Temple of Domitian, Bath of Varius, State Agora, Memmius Monument, Hercules Gate, Temple of Artemis, dan masih banyak lagi. Selain itu di atas sebuah bukit terdapat House of Virgin Mary yang di percaya sebagai tempat Bunda Maria menghabiskan hari-hari terakhirnya. (FAK)

 

 

 

Penelusuran yang terkait dengan Ephesus Kota Peninggalan Kerajaan Romawi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

News Feed