oleh

Cerita Horor Rumah Sakit Mardi Waluyo Blitar

Bersalin di Kamar Mayat

serayujatim.com|| Mistik- Berbicara mengenai rumah sakit, tentu banyak orang akan terbayang dengan suasana sebuah bangunan besar penuh pasien dan tenaga kesehatan, apalagi di masa pandemi Covid 19 seperti sekarang ini.

Namun bagaimana bila rumah sakit yang kita bayangkan tadi berubah menjadi kesan horor karena cerita hantu yang menjadi urban legend dikalangan masyarakatnya? Tentu hal ini akan menjadi cerita yang menarik bagi kalian yang menyukai dunia horor.

Ya, kali ini sobat mistis akan kami ajak menyelami sebuah cerita horor yang sudah dikenal dikalangan masyarakat yang tinggal disekitar sebuah rumah sakit yang sudah terbengkalai.

Rumah sakit itu terletak di kota Blitar di daerah Jawa Timur. Rumah sakit itu bernama Mardi Waluyo. Mardi Waluyo merupakan rumah sakit yang berdiri sejak zaman Belanda sekitar tahun 1942 di jalan Dr. Soetomo.

Ketika awal berdiri, rumah sakit ini hanya melayani pasien dengan kategori mendesak atau perlu penanganan khusus, seperti tindakan operasi.

Ketika itu, Rumah Sakit ini hanya dilayani oleh dua orang dokter saja. dr. Karl Boom dan dr. Shinko adalah dua orang dokter berkebangsaan Belanda yang saat itu bertugas di rumah sakit Mardi Waluyo.

Setelah Indonesia merdeka, sekitar tahun 1948 rumah sakit ini baru dikelola oleh pribumi.

baca juga:

Karena sudah tergolong rumah sakit tua, maka banyak sekali kejadian-kejadian janggal yang kerap menimpa pasien-pasien yang sedang dirawat disana.

Bahkan konon sering terjadi penampakan di area rumah sakit itu. Dan tak jarang, banyak orang yang tak sengaja melihat mahkluk astral atau bahkan keluarga pasien yang tiba-tiba terjatuh seperti sedang tersandung, juga ada yang kadang merasa sedang diawasi saat berada di area rumah sakit.

Salah satu cerita seram terkenal yang terjadi di rumah sakit tersebut dan menjadi viral dikalangan Masyarakat adalah saat adanya seorang wanita yang melahirkan di dalam kamar mayat.

Singkat cerita, wanita tersebut sedang hamil 9 bulan. Saat itu, wanita itu merasakan keluhan sakit perut, karena kondisinya malam hari, maka sang suami membawanya ke rumah sakit Mardi Waluyo.

Saat itu, ia dan istrinya disambut oleh beberapa orang suster. Persalinan pun berjalan dengan bantuan satu orang dokter dan empat orang suster. Proses persalinan ini berjalan dengan sukses. Karena kecapekan, suaminya saat itu sudah berniat ingin pulang sebentar.

Pada saat perjalanan pulang tersebut, sang suami mulai merasa ada sesuatu yang janggal. Saat itu ia mencoba menyapa beberapa orang yang ia temui saat berpapasan di rumah sakit. Namun, semua orang yang ada di dalam rumah sakit tersebut seolah diam saja saat disapa. Tanpa berpikir yang aneh-aneh, sang suami pulang dan kembali lagi sekitar jam 5 subuh.

Namun, begitu ia tiba di area rumah sakit, ia menjadi seperti orang ling-lung. Ia ling-lung karena merasa aneh, sebab keadaan rumah sakit yang ia lihat saat pagi hari berbeda dengan yang ia lihat saat malam hari.

Di rumah sakit itu tidak ditemukan satu orangpun alias kosong melompong. Sementara sang istri ditemukan berada di dalam kamar mayat sedang menangis seorang diri.

ilustrasi kamar mayat tempat bersalin

Pada tahun 2000-an, pemerintah kota Blitar sedang gencar-gencarnya membangun kota Blitar. Saat itu walikota Blitar dijabat oleh Djarot Saiful Hidayat. Orang yang pernah menjabat sebagai gubernur DKI itu merasa bangunan rumah sakit Mardi Waluyo sudah rapuh dan terkesan angker.

Oleh Djarot rumah sakit Mardi Waluyo direncanakan dipindah ke area lain yang berada di sekitar jalan Kalimantan dengan luas area tanahnya sekitar 5 Hektare.

Kini rumah sakit Mardi Waluyo sudah dipindah ke tempat yang baru. Sedangkan tempat yang lama saat ini sedang dalam tahap pembangunan gedung baru yang rencananya akan dibuat universitas.(FAK)